Langkau ke kandungan utama

Catatan

Menunjukkan catatan yang berlabel escapism

Sekali lagi untuk hari kekurangan kata, sebuah lagu barangkali melukiskan rasa hati

Selamat hari Rabu teman-teman yang masih mengunjungi blog ini. Walau tuan punya blog sudah membisukan diri.

You said you’d wait for me, And I said I’d come running. But now I’m stuck here, At the train station, Paralysed.

Oh! Aku perempuan yang sering tertinggal keretapi tanpa sengaja Bukan bukan aku sengaja keretapi tetap pergi walau aku tiba awal atau tepat waktu

Hiroshi - pemuda yang aku temui dalam fiksi

Hiroshi yang kukenali beberapa tahun lalu adalah seorang pengurus restoran di pekan kecil di tengah kota besar Osaka. Dia pemuda tiga puluhan bersemangat dan sentiasa punya hal positif untuk diperkatakan. Jika seseorang bertanya kepadanya tentang apa yang dia inginkan, maka dia akan selalu menjawab, " Jika aku dapat yang lebih baik, aku lebih suka mempunyai kembar!" Banyak pelayan di restorannya akan berhenti jika Hiroshi berpindah tempat kerja. Mereka akan mengikutinya dari satu restoran ke restoran yang lain. Alasannya cuma satu. Bukan kerana Hiroshi kacak. Bukan! Tetapi kerana sikap dan pandangan serta kemuliaan hatinya. Hiroshi adalah seorang motivator alami. Jika teman sekerja sedang mengalami hari yang buruk, dia selalu ada di sisi mereka. Sambil memberitahu teman-temannya bagaimana melihat sisi positif dari situasi yang tengah dialamai. Sikapnya benar-benar membuat aku jatuh hati. Suatu pagi aku memutuskan untuk berterus terang tentang p...

Berbicara bersama bulan

<p><br>.</p> Semalam, dia tiada sesiapa. Lantas dia memilih untuk bercerita dengan Tuhan. Kemudian, berbicara dengan bulan. dan seekor kucing tidak comel sebagai teman. . . . Pagi baru menyusul lagi mencipta episod baru untuk hari ini. Dia menerung ke dalam diri yang punya banyak khilaf. Mengaku kepada diri dan Tuhan akan penderhakaannya. Barangkali sebagaimana dia mengaku Dia pembeli buku yang derhaka Juga seorang yang penulis yang khianat dengan impiannya. Mutakhir ini, hidupnya menjadi kelam kabut Lantaran melakukan perkerjaan yang tidak sealiran dengan jiwa. Tapi dia yakin, dia telah melangsaikan tanggungjawab dan amanah sedaya mungkin. Pentas, dia merindui kamu. Tapi itu tidak akan membawa dia ke syurga hakiki. Dan sebuah sajak untuk tatapan teman-teman. Yang entahkan benar tersiar,entahkan tidak HENTIAN PUDURAYA DALAM KENANGAN   1/ Saat aku turuni tangganya, Pandangan terus tertancap...