Di suatu hari yang gelap dan basah. Malam-malamnya diselebungi kedinginan yang tidak pernah dirasai sebelumnya, Kazue terpandang sebutir bintang di langit yang bercahaya dan berkelipan. Seolahnya, bintang itu menggamit semangatnya dan memohon agar dia tidak terlalu bersedih dan rindukan sesuatu yang belum layak untuk dimiliki. Bagaimanapun, cahaya di langit itu jua telah memberi ilham padanya untuk mencoret sesuatu untuk Shimada. Shimada yang dikasihi, Aku tahu tidak selayaknya aku mengasihimu atau engkau mengasihiku. Tapi hati selalunya tidak pandai berdusta sayang! Tulus ikhlas, Kazue. Nota serba ringkas itu diselitkan di celahan buku kecilnya. Tidak berani dilayangkan untuk Shimada. Shimada yang saban hari dilihat menanggalkan sepatu mengunjungi rumah Tuhan. Shimada yang saban hari dilihat memakai sepatu ketika meninggalkan rumah Tuhan. Shimada yang tersenyum riang ketika berada di padang. Shimada yang peramah juga pemarah kadang-kadang. Shimada yang selalu-selalu dicuri pandang, cu...
“I want to sing like the birds sing, not worrying about who hears or what they think.” ― Rumi