Duit ini saya mahu guna untuk beli makanan kucing saya. Click Please!

31.10.07

Cerebral Palsy

General

Cerebral palsy refers to a group of disorders that affect a person's ability to move and to maintain balance and posture. It is due to a nonprogressive brain abnormality, which means that it does not get worse over time, though the exact symptoms can change over a person's lifetime.
People with cerebral palsy have damage to the part of the brain that controls muscle tone. Muscle tone is the amount of resistance to movement in a muscle. It is what lets you keep your body in a certain posture or position. For example, it lets you sit up straight and keep your head up. Changes in muscle tone let you move. For example, to bring your hand to your face, the tone in your biceps muscle at the front of your arm must increase while the tone in the triceps muscle at the back of your arm must decrease. The tone in different muscle groups must be balanced for you to move smoothly.

There are four main types of cerebral palsy - spastic, athetoid, ataxic, and mixed.
Spastic: People with spastic cerebral palsy have increased muscle tone. Their muscles are stiff and their movements can be awkward. Seventy to eighty percent of people with cerebral palsy have spasticity. Spastic cerebral palsy is usually described further by what parts of the body are affected. In spastic diplegia, the main effect is found in both legs. In spastic hemiplegia, one side of the person's body is affected. Spastic quadriplegia affects a person's whole body (face, trunk, legs, and arms).

Athetoid or dyskinetic: People with athetoid cerebral palsy have slow, writhing movements that they cannot control. The movements usually affect a person's hands, arms, feet, and legs. Sometimes the face and tongue are affected and the person has a hard time talking. Muscle tone can change from day to day and can vary even during a single day. Ten to twenty percent of people with cerebral palsy have the athetoid form of the condition.

Ataxic: People with ataxic cerebral palsy have problems with balance and depth perception. They might be unsteady when they walk. They might have a hard time with quick movements or movements that need a lot of control, like writing. They might have a hard time controlling their hands or arms when they reach for something. People with ataxic cerebral palsy can have increased or decreased muscle tone. Five to ten percent of people with cerebral palsy have ataxia.

Mixed: Some people have more than one type of cerebral palsy. The most common pattern is spasticity plus athetoid movements.
The symptoms of cerebral palsy vary from person to person. Symptoms can also change over time. A person with severe cerebral palsy might not be able to walk and might need lifelong care. A person with mild cerebral palsy, on the other hand, might walk a little awkwardly, but might not need any special help.
People with cerebral palsy can have other disabilities as well. Examples of these conditions include seizure disorders, vision impairment, hearing loss, and mental retardation.

What causes cerebral palsy? Can it be prevented?
Cerebral palsy is caused by brain damage that affects a child's ability to control his or her muscles. The part of the brain that is damaged determines what parts of the body are affected. There are many possible causes of the brain damage. Some causes affect how the baby's brain develops during the first 6 months of pregnancy. These causes include genetic conditions and problems with the blood supply to the brain. Other causes of cerebral palsy happen after the brain has developed. These causes can occur during later pregnancy, delivery, or the first years of the child's life. They include bacterial meningitis and other infections, bleeding in the brain, lack of oxygen, severe jaundice, and head injury.

Babies who are born prematurely or who have very low birth weight (less than 1,500 grams or about 3 1/3 pounds) are more likely to have problems that might lead to cerebral palsy. However, full-term babies who have normal birth weight can also have cerebral palsy.
Some causes of cerebral palsy can be prevented. For example, bike helmets and car seats can prevent head injuries that might result in cerebral palsy. Another cause that can be prevented is kernicterus, a kind of brain damage that happens when a newborn baby has too much jaundice. In some newborn babies, the liver makes too much yellow pigment, called bilirubin. If too much bilirubin builds up in a new baby's body, the skin and whites of the eyes turn yellow. This yellow coloring is called jaundice. A little jaundice is not a problem. It is actually very common in newborn babies and usually goes away by itself. Some babies, however, have too much jaundice. If not treated, these high levels of bilirubin can damage a baby's brain. Kernicterus most often causes cerebral palsy and hearing loss, but in some children it can also cause mental retardation. Kernicterus can be prevented by using special lights (phototherapy) or other therapies to treat the babies.

Cerebral palsy cannot be cured. Treatment can, however, help a person take part in family, school, and work activities as much as possible. There are many treatments, including physical therapy, occupational therapy, medicine, operations, and braces.

source : MIND website
will be update with pix of my kids

24.10.07

GG saya....


Saya ambil GG dua bulan yang lalu..kesian sebab ibunya meninggal. Lagipun saya tidak biasa hidup tanpa kucing. Lagipun GG sangat bijak...lansung tidak menyusahkan saya yang al maklum tersangat sibuk. Dia tahu menggunakan tandas..mungkin ada yang tidak percaya - tapi dia memang bijak...cuma dia tidak tahu "flush" saja. Waktu saya ke Osaka,saya pesan dengan suami jaga kucing saya baik-baik. Malangnya suami saya ni tidak pegang amanah. Bila balik ke rumah mertua saya,dia bawa GG bersama. Adik ipar saya pun jenis yang sayangkan kucing. Jadi dialah yang menjaga GG selama ketiadaan saya.
Bila saya balik, suami saya minta balik GG. Jangan haraplah Ennie(adik ipar saya) nak pulangkan balik. Siap dia tukar nama lain dah..KIKI..bukan GG saya lagi...saya dah tak ada kucing hu...hu..hu.....

GERAMNYA......

Selama setahun lebih berkerja, hari inilah merupakan hari pertama ditegur kerana kononnya saya tidak buat kerja dengan betul. Bukan tegur, tapi kena marah oleh orang yang tidak sepatutnya memarahi saya. Begitulah adatnya di tempat kerja. Ada orang "perasan" dia "boss" walaupun hakikatnya pangkatnya belum naik pun. Hari ini cuma ada 3 orang budak sahaja yang masuk ke makmal komputer. Kebetulan pula rakan saya Chin Kit tiada dan saya berkerja sendirian. Budak-budak tu pulak ada cikgu kelasnya, sibuk membuat report tahunan. Ada la seorang cikgu ni - masuk ke makmal computer nak buat kerja dia agaknya.

Saya tidak tahu apa masalah saya dengan "minah" sorang ni. Sejak saya mula bekerja lagi,saya perasan dia macam tidak sukakan saya. Hari ini nak dijadikan cerita sewaktu dia masuk ke makmal computer dan nampak saya sedang check website company- yang saya rasa boleh saya dapatkan sponsor untuk projek teater saya. Dia kata saya asyik buat kerja sendiri; tak tolong mengajar budak-budak bla..bla....bla. Okay saya salah - cuma hari ni saja saya buat macam tu...Hari-hari lain ada ke dia nampak...bagaimana susah payah saya datang bekerja,bangun jam 5 pagi,tukar 2 keretapi, berdiri lagi dalam keretapi dan kemudian menyabung nyawa melintas jalan. Kemudian berjalan 15 minit di kawasan sunyi untuk sampai ke tempat kerja. Hari-hari lain ada ke dia nampak bagaimana susahnya saya mengajar budak-budak yang ada learning disability - ajar komputer skill...bukan ajar a,b,c...sedangkan abc pun diaorang tak berapa kenal. Hari ini ajar buka email,minggu depan sudah lupa ID & password. Nak on off computer pun saya kena buat. Ada dia fikir semua tu sebelum mengutuk-ngutuk saya tidak buat kerja saya. Itu sajalah sebenarnya kerja saya -sekadar membantu guru kelas mengajar komputer sebab ada guru yang tidak begitu mahir dengan computer dan penggunaan internet. Pernahkah dia nampak bagaimana susahnya saya seorang OKU - mencuci,mop dan menyapu lantai makmal komputer;mengelap meja,tingkap & komputer. Bila ada budak-budak yang 'hang'kan komputer, terbalikkan start menu @ "gelap"kan skrin saya juga kena install semula. Pernah??...tidak sama sekali. Entah bagaimana hari ini,mulut saya pun celupar juga nak menjawap. Saya kata saya tahu buat kerja saya. Apa lagi bertambah menyingalah si "minah kerek" ni. Dia tidak mau kalah..almaklumlah dia kan pandai bercakap "Kalau tau kenapa tak buat?". Kasar. Yang buat saya paling bengang - dia kata sekolah ni tak bayar saya untuk buat kerja sendiri. Nak buat kerja sendiri balik rumah. Ewah..lebih-lebih pulak"si kerek" ni. Macam sekolah ni dia punya. Macam sekolah ni bayar saya RM3,000 sebulan. Sehari RM30 sahaja "si kerek" oiii...so saya buat kerja cara RM3o aje le. Guru-guru lain,kalau pergi kursus,bercuti dll ada gaji. Saya ke Jepun hari tu...sebulan saya tidak bergaji. Orang yang terlibat dengan sukan pun gaji tetap 'jalan'. Saya???...ZERO,SIFAR dan KOSONG.

Bukanlah niat saya hendak berkira pasal gaji. Saya tahu diri saya. Saya sedar diri. Saya OKU. Saya berumur 37 tahun & selalu tidak sihat. Saya sedang menyambung pengajian. Peluang kerja saya terhad. Saya perlukan DUIT untuk segalanya. Bila ada manusia "kerek" dan menengur saya dengan cara yang tidak berhemah macam tu saya jadi sensitif. Saya juga tahu marah dan malu. Saya ada maruah....tolonglah jangan marah saya macam kanak-kanak.

Wahai "si minah kerek"...ingatlah awak tu sedang hamil...banyakkan berdoa pada tuhan awak supaya awak tidak lahirkan anak macam saya atau lebih terok dari saya. CACAT NALURI KEMANUSIAAN DAN TIMBANG RASA LEBIH BURUK DARI CACAT FIZIKAL. Inilah contohnya - orang yang berkerja bersama OKU tapi gagal memahami hati seorang OKU.

23.10.07

AIDILFITRI 2004 - TERIMA KASIH ABAH

Lembaran ini saya catatkan ketika saya selesai bersolat, sesudah saya berdoa dan menghadiahkan al-Fatihah kepada seorang lelaki yang paling istimewa dalam hidup saya. Setiap saat saya tidak pernah berhenti merinduinya dan sering saya titiskan airmata mengenangkan kesilapan yang pernah saya lakukan terhadapnya.

Abah,papa,ayah atau apa ja gelaran yang ada pastinya akan merujuk insan yang sama. Seorang lelaki yang begitu besar jasanya, cinta dan kasih sayangnya telah meletakkan kita ke dalam rahim ibu – kemudian dilahirkan ke dunia…. Untuk kita mengenal bulan, bintang dan matahari. Seterusnya untuk kita mengenal Pencipta dan diri sendiri.

Tanggal 12 November 2004, saya telah kehilangannya. Abah pergi meninggalkan kami untuk selama-lamanya. Mana mungkin saya melupakan hari itu. Segala-galanya seperti baru semalam terjadi. Segala penderitaan yang kami sekeluarga harungi dalam masa setahun itu terlalu sukar mahu dilupakan.

November 2003, abah disahkan mengidap kanser perut dan perlu menjalani pembedahan “gastertomy “ pada Mac 2004. Abah kelihatan tenang dan biasa-biasa saja sewaktu dimaklumkan mengenai penyakitnya. Saya,emak dan adik hampir pitam mendengarnya. Kami telah mula membayangkan penderitaan yang bakal ditempohi pada hari-hari berikutnya.

Mac 2004, abah selamat menjalani pembedahan,tetapi keseluruhan usus besarnya tidak dapat diselamatkan lagi. Sel-sel kanser telah menular ke bahagian tersebut dan organ tersebut terpaksa dibuang bagi mengelakkan ia terus merebak ke organ-organ penting lain. Setelah hampir dua minggu terlantar di wad ICU, akhirnya abah membukakan mata dan meminta makanan kegemarannya – masak asam tumis ikan pari. Kami merasa serba-salah…..tidak tahu bagaimana untuk memberitahu abah akan keadaan dirinya yang telah kehilangan organ penting. Saya tidak sanggup memberitahu abah – tidak sanggup untuk memberitahunya bahawa dia tidak dapat menikmati makanan kegemarannya seperti dulu lagi.

Saya masih mengingati hari itu…bagaimana Maksu Timah, adik bongsu abah memujuk abah menjamah bubur nasi yang dikisar halus…selayaknya menjadi makanan untuk bayi.
Perlahan-lahan emak suapkan ke mulut abah. Sesekali emak mengelap pipinya yang basah dengan airmata. Saya menulis cerita ini dengan airmata yang bercucuran….Di Aidilfitri yang mulia inilah segalanya terjadi.

Penghujung Ogos 2004, penyakit abah berulang kembali. Beliau kembali memuntahkan segala makanan yang dimakan. Hari-hari berikutnya adalah hari yang penuh penderitaan buat kami sekeluarga. Saban hari ada saja airmata yang tumpah. Selama ini abahlah yang mencari rezeki buat kami sekeluarga. Dia cuma seorang kelindan lori. Setelah hampir setahun abah tidak bekerja, kami juga menghadapi masalah ekonomi. Barang-barang kemas yang tidak seberapa telah habis dijual dan digadaikan. Saudara-mara dan jiran tetangga banyak membantu meringankan beban kewangan kami tetapi segalanya masih jauh dari mencukupi. Bagi menampung kos perubatan,kami terpaksa memohon bantuan dari pejabat kebajikan berhampiran dan juga pejabat zakat.
Awal Ramadhan 2004, keadaan abah semakin tenat. Beliau tidak dapat menelan apa-apa lagi, kecuali setitis dua air yassin bagi membasahkan tekak. Akhirnya selepas solat Jumaat – 29 Ramadhan 2004 abah menghembuskan nafas terakhirnya – di sisi saya,emak, Maksu, sepupu saya, abang Sham,abang Tih dan Paksu. Berakhirlah sudah segala penderitaan dan kesakitan yang dilalui. Bayangkan ketika insan lain bergembira menyambut Aidilfitri, kami meraikannya dengan airmata. Kenduri arwah pada malam itu disertai bersama iringan takbir raya. Bagi insan lain takbir raya pada malam itu bermakna keceriaan, tapi bagi kami hanya airmata kepiluan yang diiringkan. Saya masih ingat bagaimana malam itu saya tertidur sambil memeluk erat kain pelikat untuk hari raya kepunyaan allahyarham yang dibeli oleh adik ipar saya pada minggu sebelumnya.

Saya redha dengan pemergiaanya. Namun di sudut hati ini,begitu banyak perkara yang saya kesalkan hingga kini. Pertamanya, saya masih rasa bersalah kerana gagal menjadi anak yang baik. Saya tidak berupaya menjaganya dengan baik sewaktu beliau terlantar sakit. Ada waktunya, disebabkan keletihan, tidak cukup tidur dan rehat saya hilang sabar dengan segala macam kerenahnya. Ada ketikanya, saya tinggikan suara terhadapnya. Sehingga kini saya masih merasa bersalah dan berdosa walaupun saya tahu abah telah memaafkan segala kesalahan saya.

Semasa hayatnya ada,saya tidak pernah mengucapkan terima kasih di atas segala pengorbanan dan jerih payahnya membesarkan kami adik-beradik. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kerana abah masih sudi menghantar saya ke sekolah; walaupun ada yang mempertikaikan tindakannya. Semua orang ragu-ragu samada saya mampu memegang pencil dan menyebut huruf dengan betul. Terima kasih abah kerana menghantar saya ke sekolah. Terima kasih kerana memperkenalkan saya warna-warna indah dunia a,b,c dan seterusnya. Terima kasih kerana memperkenalkan huruf-huruf dari Al-Qur’an. Tanpanya, saya tidak mungkin mengenal Allah S.W.T., dosa pahala, syurga mahupun neraka. Terima kasih abah, kerana melindungi dan menyanyangi saya hingga ke akhir hayat abah. Terima kasih kerana bersabar dengan kerenah dan kenakalan saya sewaktu usia saya remaja – pulang rumah lewat malam dan buat abah sentiasa risau kerana saya anak perempuan abah yang istimewa. Terima kasih kerana menerima diri saya seadanya. Namun saya tahu, saya telah terlewat untuk mengungkapkan jutaan terima kasih itu. Abah takkan mendengar suara saya lagi. Namun saya juga tahu, abah akan sentiasa memaafkan dan mendoakan kesejahteraan saya….akan sentiasa merestui perjalanan hidup saya.

November 6, 2005 – saya bertemu seseorang tapi abah telah tiada untuk mewalikan pernikahan saya. Perkahwinan saya diwalikan Pak Uda, abang kepada allahyarham abah dalam majlis serba ringkas. Saya cuma memiliki sepasang baju pengantin yang disewa…tiada majlis persandingan yang hebat. Tapi saya cukup bahagia dengan kehidupan saya sekarang…

Aidilfitri 2007 – saya masih gembira dapat berhari raya dengan emak dan suami. Namun abah tetap dalam kenangan. AL – FATIHAH.

3.10.07

HUJAN EMAS DI NEGERI ORANG....

“Hujan emas di negeri orang,hujan batu di negeri sendiri;lebih baik di negeri sendiri.” Sudah lama saya tidak mendengar perpatah Melayu ini diungkapkan. Lagipun ramai orang Melayu(termasuk saya) sudah terlupa akan keindahan Bahasa Melayu – kerana mengejar kemajuan. Hidup sebagai perantau( walaupun sebulan) amat menyiksakan bagi saya. Setiap hari saya rindukan negara saya,keluarga,kawan-kawan dan kucing saya. Jadi saya tabik kepada mereka yang menjadi perantau selama bertahun-tahun samada bekerja atau mengejar ilmu. Mungkin bak kata perpatah ‘alah bisa tegal biasa’. Mungkin mereka juga seperti saya – ingin mencari sesuiatu yang lebih baik untuk masa depan.

Saya rasa sukar bila terpaksa pulang sendirian ketika malam hari hanya bertemankan touch light dan lakaran peta yang dilakar oleh Aya Kawakita. Pada mnggu pertama, dua kali saya tersalah lorong. Minggu ke empat saya harap saya tidak tersalah lorong lagi untuk ke studio latihan persembahan. Aya berikan saya lakaran peta baru untuk ke stesyen keretapi dan pulang ke apartmentnya. Pejabat Ms. Kim ditutup pada minggu persembahan dan lokasi saya menimba ilmu juga berubah. Saya rasa keseorangan di negara asing. Di Kuala Lumpur,saya tidak berani keluar malam. Pendek kata, saya tidak akan ke mana-mana tanpa bantuan suami. Betulkah saya telah berdikari? Tiba-tiba saya terasa malu hendak mengaku saya ‘independent woman’. Selama ini saya terlalu bergantung kepada suami rupanya – Baru saya terfikir bagaimana kalau suami saya tiada - tentu hidup jadi sukar. Sebagaimana allahyarham abah tinggalkan saya dulu. Saya tidak sempat untuk belajar betul-betul cara berdikari sebab setahun kemudian Allah hantarkan suami sebagai pengganti. Di Osaka city, saya belajar sesuatu – BERDIKARI. Memang mencabar dan menakutkan,memang sukar – tapi itulah yang mengajar kita menghargai apa yang kita miliki hari ini.

Bagaimana teater di pentaskan di Jepun?

Pertamanya – saya anggap persembahan Ms Kim & Taihen performance Troupe bertaraf world class. Jadi saya rasa dia akan pentaskan teaternya di tempat atau bangunan mewah setaraf KLPAC atau Istana Budaya. Tapi saya tersilap sama sekali. Bayangkan ianya cuma dipentaskan dalam sebuah bangsal ala ‘funfair’ tetapi dengan nilai estatika yang cukup mengkagumkan. Dibantu oleh beberapa orang staff tetap,tenaga professional dan sukarelawan mereka berjaya menghasilkan persembahan yang cukup bertenaga dan bernyawa. Tanpa dialog – hanya ekspresi wajah & tubuh mereka berjaya menarik perhatian ramai penonton. Itulah keunikan ‘bahasa tubuh’(body language). Ia tidak akan membohongi sesiapa. Tapi lidah kita akan sentiasa berbohong dan bersifat munafik. Konsep seni pesembahan ini sangat simple – “Enjoy your disability and use it advantages to create a piece of unique art. “ Lagi satu falsafahnya ialah “the ugliness is beautiful”

View yang berbeza – bukan dari horizontal view tetapi view dari tempat pembaringan. View from the ground –from bedridden view. Ideanya agak “gila” bukan? Tapi salahkah jika orang hodoh sekali- sekala dibawa naik ke pentas atau dipertontonkan di kaca tv dengan preconception yang hebat? Orang cantik sahajakah yang boleh ke atas pentas? Orang cantik akan bertukar hodoh juga bila tiba pusingan harinya bukan? Kenapa ada orang cantik – pada pandangan saya orang cantik wujud sebab adanya orang hodoh. Di mata Tuhan kita adalah manusia – hakikatnya darah tetap berwarna MERAH.
Sesekali apakata kita berbaring dan bayangkan diri kita seorang ‘bedridden’. Segala pergerakan adalah terbatas; inginkan sesuatu tapi terpaksa dilupakan kerana diri tidak berdaya. Ingin bersuara tetapi tidak berdaya – hanya menerima dengan terpaksa apa yang diperlakukan oleh orang lain ke atas mereka. Bersuara sedikit – dikatakan “kaki kritik”. Anda yang bekerja dengan orang kurang upaya seperti ini – lebih-lebih lagi yang makan gaji,beringatlah. Mungkin anda akan mendapat banyak pahala atau menanggung segunung dosa. Tanpa mereka – mungkin tiada rezeki untuk anda dan keluarga. Jadi jangan merungut bila anda rasa mereka sungguh menyusahkan. Saya menulis untuk mengingatkan diri saya juga – selama ini walaupun saya OKU,tetapi saya tidaklah begitu ‘severely ‘sehingga saya lupa perasaan mereka yang ‘bedridden’. Terima kasih untuk Mrs. Kim yang sudi mengingatkan saya.

Cabaran utama saya – mencari makanan halal yang satu selara dengan tekak saya teramatlah sukar. Saya selalu minum teh tarik;tekak saya tidak boleh terima teh tanpa gula. Lebih baik saya minum air kosong. Pendek kata makanan di Jepun semuanya ganjil(dan mahal) untuk tekak saya. Akhirnya,saya makan roti….ahhh siksanya. Berat badan saya pun turun. Satu ‘advantage’. Saya cuma rindu untuk berbuka puasa dan bersahur bersama suami dan keluarga. Saya rindukan mak yang sedang sakit. Saya rindukan azan,masjid dan solat tarawih berjamaah. Saya rindukan segala-galanya.

SALAM AIDILFITRI BUAT SEMUA